Assalamu’alaikum….!
Ketemu lagi nie…Gimana nih kabar temen-temen..? moga aja baik….nah pertemuan kali ini akang mau ngajak temen-temen belajar mengenai bahasa Jepang! ya punya ilmu dikit diamalin…moga aja ada sedikit yang nyangkut terus jadi pahala dech buat akang…hehehe.
Belajar bahasa Jepang susah gak ya…? Sebenarnya belajar bahasa Jepang itu gak susah-susah amat asal kita gak nganggap hal itu sulit pasti mudah…walaupun wujud huruf Jepang itu kaku (menurut huruf kanji) namun bahasa Jepang tersusun atas silaba-silaba yang tetap yang sebenarnya mudah dilafalkan ( namun tak mudah dilafalkan oleh pemula ).
Berbeda dengan bahasa Cina, bahasa Jepang dilafalkan secara tegas. Satu-satunya variasi pelafalan adalah perbedaan pelafalan huruf konsonan, maupun pelafalan vokal rangkap dengan satu vokal.
Strukturnya juga berbeda dengan tata bahasa Cina ataupun Inggris, namun itu bukan berarti bahasa Jepang itu sulit. Susunan katanya emang terbalik dan tak masuk akal, tapi arti tetap sama. Bahasa Jepang adalah bahasa yang mudah disesuaikan. Temen-temen dapat mengubah susunan kata maupun frasa atau bahkan dapat menghilangkan suatu unsur kalimat dan ini masuk di akal…
VOKAL
Dalam bahasa Jepang ada 5 bunyi vokal a, I, u, e, o. dan bunyi vokal di akhir kata selalu diucapkan. Bunyi vokal dapat dibaca pendek maupun dipanjang. Bunyi vokal yang dipanjangkan di tandai oleh adanya garis / bar di atas vokal.
Vokal pendek
A seperti pada kata “ kapsul “
I seperti pada kata “ taring “
U seperti pada kata “ tustel “
E seperti pada kata “ pendek “
O seperti pada kata “ top “
Vokal yang dipanjangkan
Aa seperti pada kata “ pita “
Ii seperti pada kata ” bayi “
Uu seperti pada kata “ guru “
Ee seperti pada kata “ sate “
Oo seperti pada kata “ solo “
Penting untuk berhati-hati dalam mengucapkan vokal panjang ini. Karena banyak kata-kata yang sama ejaannya, namu artinya berbeda seperti “suki” yang artinya “suka” dengan “sukii” yang artinya “hal bermain ski”.
KONSONAN
Konsonan diucapkan seperti pada bahasa Indonesia pada umumnya tetapi dengan pengecualian sebagai berikut :
Bunyi l tidak terdapat dalam bahasa Jepang, dan konsonan ini diucapkan seperti huruf r. misalkan London diucapkan “rondon”.
Seperti n dalam bahasa Indonesia kecuali pada akhir sebuah kata.yang diucapkan dengan bunyi sengau, dan tidak diucapkan dengan menyentuhkan ujung lidah ke bagian belakang dari gigi depan.
F apabila digabungkan dengan U pada awal kata akan berbunyi seperti “hu”.
Apabila n terletak di depan “ya”, “yu”, “yo”, mmaupun sebuah vokal dan temen-temen mau memenggalnya, maka harus menambahkan tanda apostrof ( ‘ ). Misal hon’yaku, tan’I ( terjemahan, unit ).
Terus perlu dicatat bahwa desu, yakni sebuah kata yang sering dijumpai dengan arti “adalah”, harus diucapkan “dess”.
Nah untuk kali ini sampai di sini dulu tar kapan-kapan di sambung lagi….sampai jumpa di “BELAJAR BAHASA JEPANG Part 2”….